chapter 46

1008 Kata

Tiga bulan kemudian   Eara terbangun dari kasur dan berlari ke kamar mandi. Rutinitas saat pagi hari selama tiga bulan kehamilannya. Awalnya tidak terlalu parah, tapi semakin ke sini semuanya semakin terasa melelahkan. Dia akan terbangun di pagi hari dan di sambut dengan rasa mual. Eara mencuci wajahnya dan dari kaca dia melihat Adrel yang masuk ke dalam kamar mandi. Memeluk Eara dari belakang dan mencium keningnya.             “Kamu baik-baik saja?” pertanyaan yang sama disetiap pagi. Eara hanya tersenyum dan menepuk pipi Adrel yang berada dibahunya. Pria itu membelai perutnya dan memberikan ciumannya pada bahu Eara. Seakan itu adalah obat yang paling manjur untuk Eara. Adrel membalikkan tubuh Eara, membelai rambut panjang kecoklatannya dan mencium bibir merahnya. Dengan sangat lembut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN