Pangeran Zeal di dalam kamar sibuk berkutat dengan semua buku bacaan miliknya, terutama peta dan sejarah dunia. Sepanjang hari ia menyusun perencanaan dan jalur penjelajahannya di luar sana. Tidak ada tujuan khusus yang ingin Pangeran Zeal datangi, hanya ia ingin singgah di berbagai tempat, berbagai negara yang berbeda dengan kerajaan Zerestria tempat tinggalnya. Walau Pangeran sendiri mengenal negerinya hanya sebatas di dalam bangunan istana. “Yang Mulia, anda sama sekali belum keluar kamar. Belum konsumsi apa pun sejak kemarin. Bagaimana kalau anda jatuh sakit nanti?” Paul masih terus membujuk Pangeran Zeal di depan pintu kamar yang tertutup rapat. “Yang Mulia... Ijinkan saya masuk―” Paul berhenti bicara saat mendengar suara. Pintu kamar akhirnya terbuka setelah upaya percobaan Paul se

