“Yang Mulia, sudah waktunya untuk pergi.” Paul mengingatkan Pangeran agar tidak berdiri berlama-lama meratapi kepergian Brook yang tidak bisa diapa-apakan lagi. Hari ini Pangeran mendapat agenda tiba-tiba dari Ratu untuk datang ke paviliun istana dalam. Ketika tiba di tempat yang Ratu perintahkan Pangeran untuk datang di sore itu, para gadis yang ia temui di pesta kemarin malam sudah berkumpul duduk bersama. Langkah kakinya terhenti, mengerti sekarang apa yan Ratu maksudkan dengan mengirimnya ke tempat itu. Pangeran Zeal menatap Paul galak, meminta dengan tegas padanya untuk tidak pergi. Tidak meninggalkan Pangeran Zeal seorang diri di sana bersama gadis-gadis yang telah berkumpul itu. Ini permintaan paling serius yang pernah Pangeran tuntut pada Paul. “Saya mengerti Yang Mulia.” Paul

