Brook memasuki bagian terdalam istana, area terbatas di mana anggota keluarga Raja tinggal. Sementara tempat Brook dan tamu lain menginap adalah gedung lain bagian istana yang sepenuhnya terpisah. Brook pergi untuk bertemu dengan seseorang yang akan menjadi informan rahasianya. Brook mencari kejelasan dari permasalahan Pangeran tadi malam. Ia tidak bisa pulang dengan tenang sebelum mengetahui jelas situasi apa yang terjadi di dalam istana. “Dok! Dok! Dok!” Pintu kayu itu Brook pukul cukup keras. Harus ia lakukan seperti itu karena penghuni kamar tidak akan mendengar jika Brook lakukan secara pelan. Ketukan itu terus berulang sampai pintu kamar terbuka dan penghuni di dalam menampakkan wajahnya. “Ya ampun Brook, aku pikir siapa! Ada apa datang menemuiku sepagi ini?” Marah, hal pertama yan

