Ketakutan Berlebih

1092 Kata

Lana duduk di sayap kanan rumah, menatap bunga-bunga mawar yang tumbuh sehat berkat perawatan Bik Marni dan juga Jeffrey. Angannya berkelana pada sosok Stevan. Bukan karena dia masih mencintai pemuda itu. Hanya saja, sebagai seorang sahabat, Lana merasa kasihan dengan apa yang menimpanya. Lana tahu sebesar apa perasaan yang Stevan punya untuk Anya. Dan perempuan itu, tanpa perasaan mencampakkan Stevan demi lelaki lain. Lana menoleh saat sebuah tangan besar melingkar di atas dadanya, beserta sebuah dagu yang bertumpu di bahu kanannya. "Katanya mau lembur?" Lana bertanya. Mengusap lengan tersebut dengan lembut seraya tersenyum kecil. "Nggak jadi. Toh, saya punya sekretaris yang kompeten. Beberapa hal yang saya kira harus diurus, ternyata sudah selesai." "Beruntung sekali Anda, Bapak Jeffr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN