Duka Tak Berujung

1452 Kata

Lana menatap nanar pada ponsel Lucas usai menerima panggilan dari rumah. Memegang erat benda pipih itu di dadanya. Lucas yang tidak tahu menahu perihal apa yang Lana bicarakan dengan bibik yang bekerja di rumahnya, hanya terdiam, menunggu Lana bicara. Namun, setelah lebih dari sepuluh detik pun, Lana hanya terdiam. Hingga tiba-tiba, dia turun, melepaskan dengan paksa jarum infus yang tertancap di tangannya. Membuat Lucas memekik kaget saat peristiwa tersebut terjadi dengan secepat kilat. Lucas mengejar Lana yang berjalan tergopoh-gopoh menuju pintu. Berusaha membuka pintu tersebut tetapi tidak bisa, karena seluruh syaraf tidak sinkron dengan otaknya saat ini. Lana kacau. Sangat kacau. Dia membenturkan kepalanya ke pintu tersebut dengan keras. Sehingga Lucas berteriak panik. “Lana, berhen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN