**Kekasihku...kekasihku...kau adalah bintangku, kau adalah bulanku, kau adalah malamku. Kekasihku....hatiku perih namun aku berusaha memujamu sepenuh hatiku. Kekasihku....** ***** Angin berdesir dingin, menyapu wajah yang diterpa rasa dingin entah sejak kapan. Ingin beranjak namun waktu seakan mencekal dan tak mengijinkan untuk pergi. Li Tang Shi merasa semakin lemah di satu sisi, hanya berdoa di salah satu sudut hatinya agar nama kekasih yang selalu ia sebut senantiasa baik-baik saja dan tentunya menjaga hatinya agar tetap suci teruntuk dirinya. **Kekasihku...kekasihku...kau adalah bintangku, kau adalah bulanku, kau adalah malamku. Kekasihku....hatiku perih namun aku berusaha memujamu sepenuh hatiku. Kekasihku....** Li Tang Shi selalu merapalkan perasaannya dalam hati, tidak bersuara

