"Malam ke sembilan puluh diary You are My Everything." *** Tertanda hari ini tanggal dua puluh dua Oktober tahun dua ribu lima belas. ... Setelah kejadian hari itu. Kau mengirimkan puluhan pesan padaku. Baik lewat BBM, sms maupun e-mail. Tak satupun kujamah. Kesetiaanku kau injak di hadapan mataku sendiri. Telpon darimu pun kuacuhkan. Aku benci padamu. Profesi dokter. Aku jadi membencinya. Aku tak ingin kau melihatku dengan pakaian dokter. Aku sudah tidak berminat pada itu semua. Mungkin besok aku akan mengutarakan pada Ayah jika aku setuju dengan rencananya. Untuk menyekolahkanku di negara ini. Segera pindah ke sini. Mungkin aku akan jadi desainer setelah ini. Toh, aku pintar gambar. Ada sikap orang Indonesia yang membuatku kurang nyaman. Mereka suka berbisik di depan orang lain. M
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


