"Habiskan ayamnya," suruh Yuda dengan senyum simpul. Malu-malu Dinar menyambar paket besar ayam krispi yang dipesan Yuda. Lelaki itu paham dirinya sejak tadi melirik potongan ayam yang masih utuh dalam kotak kertas. "Toko emas depan hotel masih buka tuh. Habis makan ke sana ya?" ajak Yuda. Posisi duduk mereka di resto hotel berhadapan dengan sebuah toko emas. Ayam yang baru ia gigit, terdiam beberapa saat di bibir gadis itu. Dinar mengunyah pelan lalu menelan dengan susah payah "Beli emas?" tanya Dinar memastikan "Iyalah." Dinar tercenung beberapa saat. Mungkin kalau Yuda menjelaskan dari mana uang yang ia miliki dengan penjelasan logis, ia akan senang. Ya kali. Perempuan mana yang akan menolak kalau di tawari membeli emas oleh suami sendiri. Hanya saja, situasinya kini berbed

