Dia tersenyum tipis, lalu berkata. "Kamu selalu menggodaku." dia menelusuri rahang tegas Kael. "Kamu hari enggak cukuran?" Kael tersenyum, "Aku enggak sempat," Jawabnya. Kaena memainkan telapak tangannya pada bulu halus dagu Kael. Dia sesekali tersenyum geli karena ulahnya sendiri. Sedangkan Kael yang tidak henti menatap Kaena seolah sedang kembali ke masa lalu. "Aku tidak bisa tidur! Demian bilang dia di culik karena aku. Mereka mengatakan itu pada Arsenio, ada wanita yang dendam padaku. Padahal di sekelilingku hanya ada kamu." Ucap Kael pada Kaena. "Hanya kamu yang aku sakiti? Jadi, bagaimana bisa ada perempuan lain yang menaruh dendam," Kaena tahu Kael sedang bersedih walau tidak sampai meneteskan air mata. Dia sungguh memperhatikan sepupunya walaupun mereka terkadang tidak terlalu

