Chapter Twenty Two Selena pov Masih duduk di samping Thomas, genggaman tangannya begitu hangat, tangan besarnya melingkupi kedua tanganku yang mungil, di tariknya badanku menghadap kearahnya, kedua kakiku berada dihimpitan kakinya. mukaku sudah merah karena malu, kini setelah dia melamarku. Ini kedekatan kami yang pertama setelah mengetahui perasaannya kepadaku. Aku sangat menyadari hal yang mau dia bicarakan ini pasti hal yang serius. Mataku tak sanggup menatap matanya yang memandangku penuh pemujaan, entah sejak kapan? Kenapa aku baru menyadarinya sekarang. Pandanganku kuarahkan kearah lehernya, tapi aku bahkan berkhayal untuk menyurukkan wajahku di lekukan lehernya, aku sudah gila ternyata. Kenapa lelaki didepanku ini seakan membangkitkan sisi liarku. Genggaman tangannya mak

