Di dalam buku yang sedang Sara pegang, menceritakan bahwa ada satu kota dengan kemiskinan yang sangat mengerikan. Tidak sanggup untuk membeli beras, air bahkan untuk buang kotoran mereka saja harus membayar kepada orang yang bertanggung jawab di atas mereka. Sara seakan masuk ke dalam kota yang benar – benar kumuh dan tentu saja kesulitan terlihat walau dari sisi manapun Sara melihatnya. Sara tidak pernah merasakan hatinya sesakit ini. Sara tidak sadar bahwa dirinya terbawa emosi sampai – sampai mengutuki orang – orang dengan kekayaan di atas sana. Bersenang – senang, bahkan bisa menghamburkan air yang sangat dibutuhkan oleh orang – orang di sini. Hati Sara benar – benar sakit begitu Sara di tabrak seseorang yang Sara rasa bahwa orang itu akan membawa keajaiban bagi kota ini. Sara mera

