Sara sedang berjalan di area hutan yang dulu pernah diinjaknya. Ini tempat Alara tinggal dulu. Sekarang sudah tidak terurus apalagi sudah tidak ada orang di sini. Di tuliskan di buku itu, Alara dan turunan – turunan dan juga ciptaan – ciptaannya sudah hidup dengan layak di kota lain. Hilya berjalan di depan Sara. “Bukankah kau seharusnya terkejut ketika aku membawamu ke sini?” tanyanya tanpa menoleh ke belakang. Dalam diam Sara mengangguk kecil, pertanyaan terbesarnya adalah bagaimana Hilya tahu jika tempat ini ada. Sepertinya Hilya juga mengetahui asal usul dari tempat ini. “Aku mengetahui tempat ini sejak aku melihat Tirta dulu.” Kata Hilya, “aku sempat jatuh cinta padanya namun gugur ketika aku tahu bahwa dia juga bisa mengendalikan element, bahkan semua element di dalam dirinya.”

