Sara tidak langsung kembali ke kamarnya. Dia menunggu seseorang di lorong itu. Duduk dan tetap diam selama beberapa orang mengangguk meminta hormat sebagai senior di sekolahnya itu. Dia di anggap orang yang sungguh keterlaluan ketika melawan semua atasan dari sekolah ini. Sara juga mendapat satu komentar dimana dirinya tidak mengharagai dirinya sendiri. Tidak menghargai ayah dan kakeknya. Juga bersikap seenaknya kepada mereka. “Sara.” Sara mendongkak mendengar panggilan itu. Sedari tadi, Sara memang menunggu orang ini. Dia ingin mengetahui semuanya. Orang ini kemungkinan bisa meyakinkan Sara jika orang yang melepaskan Brian dari sana bukanlah orang yang di kenalnya. “Sedang apa kau di sini?” Tanya orang itu. “Kau temanku, kan?” tanya Sara. Dia tidak menjawab pertanyaan yang dia

