Arga menatap Sara yang sudah naik ke atas ring. Arga tidak mau melawan Sara sekarang. Sara benar – benar sedang emosi. Di lihat dari sorot matanya yang bahkan menyeramkan untuk seorang Arga. “Kau takut?” Sahut Sara ketika Arga benar – benar hanya diam menatap Sara. Benar – benar Sara ini ingin memukuli orang yang bisa membalas pukulannya, dan Sara rasa Arga pantas di pukuli dan memukulinya. “Aku tidak pernah takut kepadamu.” Kata Sara berjalan mendekati ring, “aku hanya takut menyakitimu.” Sara menatap Arga. Kemudian masuk ke dalam pikirannya. Masih sama. Terboklir dan tidak bisa di masuki. Setelah mengetahui itu, Sara terkekeh. “Kau tidak sadar? Kau sudah menyakitiku secara tidak langsung.” Arga naik ke dalam ring. Sebagian orang ebrhenti melakukan kegiatannya dan focus kepada

