Sara sudah duduk di kursinya ketika Arga datang terlambat hari itu. Saat Sara sudah tidur, justru Arga yang tidak bisa tidur. Entah, namun Arga sepertinya memiliki beberapa pikiran. Lalu pada saat Arga duduk di sebelah Sara, keadaannya seperti canggung. “Arga, kau-“ Sebenarnya, Sara berniat untuk mengintip pikiran dari Arga. Namun gagal. Arga seperti sudah mahir dengan memblok pikirannya. “Kau memblok pikiranmu?” Arga diam kemudian berbalik ke arah Sara sebelum Rico datang. “Aku sudah mengatakan beberapa kali tentang privasi, Sara.” Sara mengangguk. Dia paham. Untuk itu, Sara mengendalikan pengedalian pembaca pikiran ini. Sara tidak ingin sembarangan masuk ke dalam pikiran orang, khususnya pikiran Arga. Namun, untuk sekarang Sara benar – benar merasa jika Arga menjaga jarak denga

