Claire menarik koper merahnya sembari mengedarkan pandangan ke seluruh wilayah bandar udara Heathrow, London. Penerbangannya lancar, kini Claire hanya ingin cepat bertemu dengan sosok Frida yang—oke, itu dia! Claire memacu langkah pada gadis yang melambaikan tangan bersama selembar kertas bertuliskan, “Welcome back to England, bad girl”. Ugh, yang benar saja, Claire yakin kok dia cukup manis untuk terhindar dari kata bad girl. “Everything its gonna be okay, darl’?” Frida memeluk Claire yang malas-malasan melepas kacamata hitamnya. Tampak lelah, ada lingkaran hitam tipis di bawah kelopak mata Claire yang biasanya tajam. “Almost,” jawab Claire, mengajak Frida agar segera pergi dari pintu kedatangan bandara. “Aku hanya butuh tempat tidur sekarang. Kau lihat sendiri mataku bengkak dan hitam

