|Part 38|

2312 Kata

Umbrella. Pelindung yang menghalau. Ingin rasanya berteriak pada langit. Tapi untuk apa? Langit kan gak bisa bicara. Peta berjalan perlahan melewati pintu utama dengan perasaan was-was. Dia dipaksa untuk biasa aja satu kantor dengan Keyra. Sebenarnya, dia tak mampu melakukan itu. Ini semua hanya keterpaksaan. Terpaksa demi profesional. Dan lagi, Peta tak pernah berniat resign dari Voyavoya. Dia terlalu nyaman dan gak ingin menambah circle yang belum tentu sejalan dengan pikirannya. "Pagi, Ta."sapa Johan yang berdiri di sampingnya. Mereka sedang menunggu lift.  "Hai, Jo. Selamat pagi." "Lo pasti lupa dengan hari ini?"tebak Johan dengan senyuman tipis khas miliknya. Untuk orang yang pertama kali bertemu dengannya pasti berpikir kalau dia itu cowok dingin. Aslinya mah engga. Dia cuma puny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN