tepat pukul 8 malam, ketika keluarga selesai makan malam Ardi mulai mengutarakan apa yang sore tadi ia katakan, " ayah,ibu,bulan depan Minggu ke dua aku dan Tanya akan keluar kota, kebetulan di kampung aku belum mendapat pekerjaan dan juga paman aku membutuhkan anggota untuk membantunya berdagang" kata Ardi, ibunya Tanya sedikit cemberut jadi dia berkata "jika kamu mau keluar kota sendirian, aku tidak jadi masalah tetapi jika harus membawa Tanya, aku tidak setuju.Tanya masih sangat muda dan juga belum pernah pergi ketempat yang jauh hanya menikah denganmu maka dia baru berpindah kampung" mertua Ardi sepertinya sedikit marah terlihat dengan nada bicaranya dengan nada yang sedikit tinggi, Ardi "..."
" ibu, saat ini aku telah menjadi istri Ardi,mau bagaimanapun aku harus mengikuti dia kemanapaun dia pergi,selama itu bukan ketempat yang berbahaya " kata Tanya pada ibunya,dia mencoba menjelaskan pada ibunya walaupun sebenarnya dia juga belum bisa meninggalkan orang tuanya terlalu jauh.
"Bu,anak kita kan sudah menjadi tanggung jawab Ardi sekarang,selama dia menyanyi anak kita maka kita juga harus tidak boleh menjadi lebih egois" kata ayah Tanya ,."nak Ardi, kami menerima kamu menjadi menantu kami dan besok juga kamu akan membawa anak kami Tanya ke luar kota ,tetapi satu pesan saya,anakku Tanya tidak pernah kami menyiksa atau membuat dia kelaparan walaupun hidup kami susah mohon sekiranya nak Ardi menjaga ia dengan baik,karena saat ini ia telah menjadi tanggung jawab nak ardi, Tanya juga baru memasuki usia 18 tahun kedewasaannya tentu belum matang ,mohon untuk mengerti dengan sikapnya yang jika nanti suatu saat dia bertingkah yang tidak membuat nak Ardi senang" kata ayah tanya menasehati menantunya itu. " ayah,aku tau dan aku juga berusaha memahami sikap Tanya,doakan kami semoga kami selalu baik-baik saja dan tak akan ada pertikaian antara Ki ayah" jawab ardi.
setelah selesai membahas masalah Kel ujar kota, sepertinya ibu Tanya juga sudah menerima keputusan suaminya itu.
rumah Ardi.
setelah dua malam menginap di rumah mertuanya,Ardi sekalian meminta restu agar kepergian mereka nantinya berjalan lancar, "Ardi maafkan sikap ibuku ya,dia memang seperti itu jika kecemasannya terlalu berlebihan," kata Tanya pada suaminya itu, " tidak apa-apa aku juga ngerti kok" jawab Ardi singkat
terlalu pagi sekali pamannya sudah menelpon untuk memberitahukan jadwal kapal untuk keberangkatan mereka, Ardi dan Tanya Keluar kota menggunakan kapal laut,karena agar lebih hemat dan uang lebihnya bisa di gunakan untuk mencari rumah kontrakan jika sudah sampai.
paman Ardi ini namanya Eman dia memiliki 2 putri bernama Rana dan Rani, namanya hampir sama tetapi mereka bukan kembar, Ardi menceritakan pada Tanya agar jika sudah sampai, Tanya tidak lagi bingung atau mungkin bisa sedikit lebih akrab nantinya.