Tanya berusaha mengontrol dirinya,dia tidak ingin sesuatu yang tidak ingin dia rasakan terjadi, dia ingin rumah tangganya baik-baik saja dan harmonis.
pagi-pagi sekali, Ardi sudah bangun dan Tanya juga sudah selesai menyiapkan sarapan pagi, "ard,besok ulang tahun anak kita fellia,, mohon kamu tidak terlalu sibuk,bisa mengingatnya dan juga..jika bisa,kamu membelikan sesuatu untuknya, walaupun dia masih satu tahun" Tanya berbicara pelan pada suaminya itu,tanpa emosi,
"iya,aku juga sudah menyiapkan kado untuknya dan juga untukmu"! arsi menjawab dengan tersenyum,
Tanya "..."
"aku tidak perlu kamu pikirkan,cukup anak kamu aja, aku tidak terlalu perduli dengan sesuatu,sejak aku ada di dunia ini,hingga sekarang,..aku bahkan tidak pernah merasakan namanya ulang tahun atau kado spesial dari keluarga"! Tanya berbicara sambil sedikit memegangi kursi dengan matanya yang sudah sembam,
dia memang terlahir dari keluarga yang tidak mempunyai apa-apa,tetapi dengan bisa makan dan hidup dengan tenang , baginya sudah cukup,
tetapi namanya juga manusia,tidak mungkin dalam kehidupan itu tak akan ada ujian , Tanya tak ingin menangis, itu terlihat sangat memalukan baginya.
tepat jam 9 pagi, Tanya masih bermain-main dengan anaknya , suara teleponnya berbunyi dan namanya sudah tidak asing lagi, itu kakaknya Anwar yang menelepon,
"halo, ada apa kak,tumben,biasanya tidak pernah menghubungi aku, ada apa"? Tanya tentu tak ingin basa basi , suara si telepon itu sunyi lama tak ada jawaban , "dek,suara kakak iparnya , apakah mas Anwar pernah bertelepon dengan kamu dan membahas tentang aku,? atau tentang sesuatu? " kakak iparnya sedang bertanya sesuatu dengan Tanya, Tanya bahkan tidak tau siapa nama kakak iparnya, bukan tidak mau tau tetapi sikap kakaknya yang selalu membanggakan diri dan arogan, itu membuat Tanya sangat tidak senang padanya.
"kak,maaf ya,jika anda ingin mengetahui sesuatu atau sedang punya masalah? mengapa tidak langsung tanyakan kepada yang bersangkutan,? kak Anwar sendiri bisa di hitung jumlah dia menelepon padaku,dan tentang apapun aku tidak tau dan tidak ingin tau,maaf tetapi aku sedang sibuk."! Tut Tut Tut , tidak perlu waktu lama, Tanya langsung mematikan panggilan itu,suasana harinya sedang kurang baik dan saat itu masih juga di tambah lagi dengan kakak iparnya yang entah apa yang terjadi dengan dia.
tepat selesai menyiapkan semuanya, Tanya yang di bantu oleh ibu Lidya,dia sangat senang karena sebentar lagi anaknya akan memasuki usia baru yaitu satu tahun, setelah semua sudah siap,dia lalu menelepon mas Ardi, dia ingin agar pesta ulang tahun anaknya itu tidak perlu ada orang ,hanya mereka sekeluarga saja,orang tuanya pun tidak akan datang karena mereka saat itu memang ada di luar kota,
Tanya hanya memberi kabar saja pada orang tuanya dan mertuanya.
sebenarnya, mertuanya tidak terlalu gembira mendengar kabar jika anak itu adalah perempuan,mereka menginginkan cucu laki-laki,ya, sebagai pengganti sang ayah di masa depan, tetapi bagi orang tua Tanya sendiri mau itu cucu laki-laki atau perempuan sama saja bagi mereka.