Sepanjang perjalanan jemari kecil Aira tidak lepas dari genggaman jemari keriput Sri seolah jika dilepaskan Aira akan kembali menghilang. "Beruntung pihak sekolah mengerti dengan keadaan yang terjadi jadi mereka mengizinkanmu kembali meskipun hampir sebulan bolos." Sri memecah keheningan dalam mobil. "Maafkan Aira Oma. Aira janji ini yang terakhir kalinya Aira menyusahkan semua orang." gadis itu meringis, merasa bersalah karena merasa semua kacau balau karena ulahnya. "Oma pegang janjimu." Suara Sri mengalun dengan sinis kemudian mengalihkan pandangannya kearah luar, menatap deretan kendaraan yang berlalu lalang tanpa kenal waktu hingga akhirnya mereka bertiga sampai lagi di Jakarta, mengetuk pintu kediaman Kusuma. "Aira." tangan Aliana terbentang menyambut sang putri sambung diiringi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


