"Sepertinya saya tidak perlu terlalu khawatir." ucap Dave setelah membaca pesan masuk ke ponselnya. "Maksudnya?" Aliana yang duduk disamping pria itu mengerutkan alisnya bingung. "Soal ibu." Dave menoleh kearah Aliana dengan senyum manis penuh cinta, "Dena bilang ibu mulai tanya-tanya pendapatnya mengenai dirimu dan ibu terlihat frustasi saat mendengar Dena yang sepertinya memujimu." "Apakah kau menyogok mbak Dena?" "Tidak." geleng Dave pelan, "Dia bukan orang yang gampang disogok. Dia adalah orang yang objektif." Dave mengelus kepala Aliana dengan lembut, "Jangan khawatir. Setelah ibu mengucap restu, kita akan langsung menikah." "Anda pikir menikah itu semudah membalikkan telapak tangan? Bagaimana kalau saya belum yakin?!" "Benarkah?" Alis Dave naik sebelah, seolah mengejek Aliana,

