Makanan yang dibawakan oleh Miala sudah rapi diatas meja makan, kedua anggota Kusuma sudah duduk rapi di tempat mereka untuk mencicip makanan yang dibawakan oleh sang tamu cantik itu. "Mana piringnya Askara." ucapan itu disertai seulas senyum lembut dan direspon dengan uluran piring yang diberikan oleh sang bocah. "Segini cukup?" Piring sudah terisi nasi dan Askara menganggukkan kepalanya untuk menanggapi wanita itu, “Mau yang bagian apa?” “Yang paha atas.” “Ok.” Dan piring kembali ke tangan Askara setelah nasi dan lauk di piring sudah lengkap, “Bagaimana?” manic Miala menatap penuh rasa penasaran tatkala Askara mulai menyuapkan nasi kedalam mulutnya. “Enak.” Angguk bocah satu itu setelah menelan makanan dalam mulutnya. “Itu berarti lidah kita berdua sama jadi lain kali akan aunty bu

