Bab 18

1654 Kata

Ranum baru tiba rumah larut malam, dia berpikir semua orang rumahnya sudah terlelap. Namun dia salah, baru saja Ranum memasuki rumah. Lampu ruang tamunya hidup membuat Ranun terkesiap. "Darimana lo jam segini baru pulang? suara bariton itu membuat Ranum tertegun, lalu beralih menatap Rangga yang duduk di sofa. Rangga menatap intimidasi Ranum. "Egh.." Ranum bingung harus menjawab apa seakan lidahnya dipenuhi kerikil kecil. Rangga bangkit berdiri mendekati perempuan itu. "Kalau gue tanya itu JAWAB!" ucap Rangga marah dengan kalimat terakhir yang dia tekan. Ranum bersender di ujung tembok, mukanya terlihat pucat pasif tepatnya saat ini Ranum ketakutan. "Bu..bukan urusan lo!" walaupun terbata-bata Ranum tetap menunjukan sikap kepada Rangga agar tidak ikut campur masalah pribadinya. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN