Nilam terisak takut setelah kepergian Agasta, harusnya dia tahu dari awal berurusan Agasta bukan pilihan baik, tetapi dia sangat mencintai Gusti, tidak mungkin dia menolak permintaan kekasihnya. "Nilam, are you okay?" tanya Gusti memasuki apartemen, ia melihat keadaan Nilam yang meringkuk di atas sofa. "Aku gak baik-baik! Tadi Agas ke sini, dia menakutkan, berurusan sama dia itu, sama aja mati perlahan," cecar Nilam bangkit dari duduknya. Gusti menopang tubuh Nilam. "Relax, Honey. Kamu gak perlu takut, Agas pasti cuma ngancam kamu, kelemahan Agasta itu Ranum, jika Ranum pergi dalam hidupnya dia akan menderita," tuturnya. "Sebenarnya masalah kamu apa sih sama Agas. Kenapa kamu gak biarkan Agasta hidup tenang?" Nilam sampai sekarang tidak tahu tujuan Gusti membenci Agasta. "Oh... Jan

