Bab 42

1446 Kata

Rangga lelah setiap kali menghadapi sikap kekanakan Ranum. Sempat bicara serius, namun Ranum terus menunjukan keangkuhannya. Tapi syukurnya ada Raka yang bisa menjaga Ranum, dia berharap Raka bisa menggantikan posisi Agasta di hati Ranum. "Ranum, lo mau sarapan?" tanyanya pagi itu. Ranum baru bangun dari tidurnya. "Enggak!" jawab Ranum tanpa membukakan pintu kamarnya. "Itu ada Raka loh datang." Ranum bangkit dari ranjangnya. Ah.. Sebenarnya dia masih mau bermalas-malasan. Tapi memang Raka hampir tiap hari menemuinya, walau hanya untuk sekedar sarapan bersama. Meski begitu tidak membuat Ranum melupakan Agasta. Sebulan berlalu justru semakin membuat wanita itu merindukan Agasta. Ranum bisa saja menghubungi Agasta, tapi karena ancaman Rangga akan membawa Agasta penjara, ia tidak akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN