13

1538 Kata

"Lo nggak ganggu malam minggu gue. Sama sekali." Kay berkedip beberapa kali kemudian terdiam, memastikan telinganya tidak salah dengar. "Aku nggak ganggu malam minggu Kak Karim?" tanyanya ragu sambil menatap Karim dengan mata membulat penasaran. Kay kecewa ketika Karim malah memalingkan wajah ke depan. Namun sekejap berikutnya, cowok itu meliriknya sekilas dan mengangguk pelan. Kedua sudut bibir Kay seketika terangkat ke atas, membentuk senyum lebar yang membuatnya begitu manis. Cewek itu seperti baru mendapat jackpot miliaran rupiah dari undian kopi. Karim agak salah tingkah saat kembali melirik dan mendapati Kay menatapnya bahagia dengan cengiran super lebarnya itu. Padahal biasanya dia akan melengos atau menggeram kesal jika Kay mulai menatapnya seperti itu. Aneh. Tapi dia segera men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN