Agas sudah tiba di sekolah meski waktu masih menunjukkan pukul enam pagi. Sekolah masih terbilang sepi, hanya segelintir manusia yang bisa Agas temui. Seperti biasa, Agas langsung bergegas ke kelas, meletakkan tas dan melipir menuju ruang OSIS, tempat nongkrong favoritnya tiap pagi hari. Ruang OSIS bisa jadi ruang favoritnya karena di sana tersedia dispenser plus air galon yang bisa Agas manfaatkan untuk menyeduh kopi saset yang dia bawa dari rumah. Lumayan, bisa irit biaya membeli cofeemix di kantin. Selain itu, kondisi ruangan yang cenderung sepi di pagi hari, membuatnya bisa membaca komik dengan damai. Ya, itung-itung sekalian menunggu gilirannya untuk mengecek kerjaan para anggota ketertiban sebelum masuk kelas. Di depan ruang OSIS, tampak Pak Ramli, penjaga sekolah yang sedang membuk

