Setelah meletakkan tas di kelas, Kay segera bergabung dengan Tiki yang sudah duduk manis di depan pos satpam dengan buku poin dan bolpennya. Hari ini adalah jadwalnya menjaga gerbang dengan cewek kriting satu itu. Tapi ada yang berbeda dari Tiki yang membuat Kay menatap takjub begitu sampai di dekat Tiki. "Apa sih lo, Kay? Liatinnya biasa aja kali!" Tiki berusaha menghindari tatapan Kay dengan pipi bersemu. Masih dengan ketakjuban yang sama, Kay menyeletuk tanpa sadar, "Ya ampun, Tik! Rambut mie lo kemana?" Tiki cemberut. Dia pikir Kay akan memuji penampilan barunya, ternyata malah meledek. Tatapannya berubah sinis. "Gue rebus terus gue makan. Puas, lo?" Kay tertawa. "Terus ini wig ya?" tanyanya jail sambil memegang rambut lurus Tiki yang tak diduganya sangat lembut. "Menurut lo aja!"

