33

1153 Kata

"Jangan pernah berani nyebut nama adik gue dengan mulut kotor lo itu. Pembunuh kayak lo itu nggak pantes sebut nama Agis. Ngerti lo?!" Kay menutup mulutnya segera. Pembunuh? Astaga.... Jadi, kematian Agista .... Kepala Kay mendadak berdenyut. Guntur .... Kay masih berada dalam kebingungan yang nyaris membuatnya mual, ketika melihat Guntur berbalik cepat menghadap Agas. Tatapannya begitu terluka. "Gue nggak pernah bermaksud bunuh Agista, Gas," desisnya. "Gue nggak pernah membunuh dia dan lo tau itu!" bentaknya kemudian. Agas kembali kehilangan kendali. Kali ini dia langsung mengayunkan pukulannya ke rahang Guntur, bertubi-tubi. Kay mencoba menghentikannya tapi Agas menampiknya dan mendorong Kay hingga jatuh terjengkang ke belakang. "Kak Agas, stop!" Air mata Kay mengalir begitu saja. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN