Sedangkan Angel hanya bergeming, ia bingung. Kemudian ia memejakam matanya sebentar lalu ia menarik napas. "Sorry, Daniel." Angel hanya mengucapkan itu lalu ia berlari meninggalkan cafe kemudian Daniel mengejarnya sedangkan mereka yang melihat adegan romantis yang berujung penolakan tersebut hanya menatap iba Daniel. Daniel meraih tangan Angel yang hendak membuka pintu mobilnya. "Please say yes, i really love you, trust me, my Angel." "Maaf Daniel, aku tidak mau kamu mengatakan cinta bahkan melamarku sedangkan di hati kamu ada perempuan lain, kamu sendiri yang bilang ke aku kalau kamu bahagia bertemu Vanessa jadi itu bisa saja kamu juga mencintai Vanessa. Aku tidak ingin terluka seperti mamaku." "Aku memang egois, karena aku hanya ingin menjadi satu-satunya perempuan di hati suamiku ke

