“Ups.. apa aku kelewatan bicaranya..” Kata Christa kemudian setelah aku tak kunjung membalas ujarannya. Sejatinya aku hanya sedang menahan diriku untuk tidak terpancing emosi. Menenangkan diri dengan menutup mulut adalah salah satu caraku untuk tetap tenang. Sebaliknya dia mungkin tengah merasa senang sekarang. “Tidak. Anda mungkin benar. Saya sudah sering mendengar soal itu, jadi anda tidak perlu khawatir menyinggung saya. Saya sudah terbiasa dengan lingkungan seperti itu” aku menjawab ujarannya dengan tenang dan tentu saja dengan nada halus dan senyuman. Lebih tepatnya aku sudah terbiasa dengan kebusukan cara bicara orang-orang disekitarku. Mungkin memang benar ketika aku berada di posisi direktur mereka menyanjungku dan menjujung aku sebagai orang yang berkontribusi besar terhadap kem

