Kesar mundur selangkah, membiarkan Grigorii mengidentifikasi putranya. Melihat betapa rona wajah sang pengusaha muda itu terlihat carut marut. Sepertinya dia sudah tahu apa yang dipikirkan Grigorii terhadap putranya. ‘Ini konyol bagaimana bisa putriku semirip ini dengan anak ini ? putriku lebih mirip anak oranglain ketimbang aku yang adalah ayahnya sendiri. Apakah itu artinya mereka lahir dari ibu yang sama ? itu berarti berkas yang diberikan Aghta padaku bukan sebuah omong kosong’ Grigorii mulai menyambungkan banyak hal yang telah terjadi, dan selama dia berpikir dalam dia berusaha membangun sikap positif. Dia tidak punya pilihan lain selain membaca hasil tes DNA yang masih berada di laci meja kerjanya. Belum tersentuh sedikitpun. Dan bahkan berkat pertemuannya dengan Kesar semakin meng

