“Bukan!” semua orang di situ menjawab hampir bersamaan, kecuali Ina yang tak menjawab apa pun. Tidak ada yang menjawab iya sama sekali termasuk Aarash. “Anak ini anak Anka dan Ina,” kata Zaza tegas. “Saya ibunya Anka.” “Eh maaf Tante, saya pikir dia anaknya Mae, karena kan sama ya umurnya dengan waktu Mae meninggalkan sama anak ini.” “Sepertinya urusan seorang dokter itu tidak ada kaitannya dengan silsilah pasien deh, kecuali kita mau cari genetik yang berhubungan dengan penyakitnya.” “Kalau urusannya anak ini anak siapa berkaitan dengan apa penyakitnya Alle?” tanya Niken. “Eh maaf dokter Niken, bukan seperti itu. Kebetulan saya sahabat baiknya Mae, jadi saya sangat dekat lah dengan dia. Saya pikir ini anaknya Anka sama Mae.” Wanda berkilah, tapi sepertinya dia mulai merasa terpo

