“Grace, lagi ngapain?” Grace menoleh ketika mendengar suara Siska di belakangnya. Perempuan paruh baya yang pernah ia temui di apartemen Lionel beberapa waktu lalu. Saat ini ia tengah duduk di taman samping dengan secangkir teh yang menghangatkan tubuhnya di tengah dinginnya udara malam sembari menikmati sang rembulan yang tampak terlalu indah untuk dilewatkan. “Kenapa?” bukannya menjawab, Grace justru bertanya balik. Siska tersenyum kecil. “Mama boleh duduk di sini?” Grace mengangguk kaku sebelum menjawab, “Sure.” Setelah itu keduanya terdiam. Membiarkan dirinya terlarut dalam pikiran masing-masing di tengah kelamnya malam. Grace bingung, begitupun Siska. Keduanya sama-sama ingin terlibat dalam percakapan, tetapi terlalu takut akan sikap satu sama lain. Grace bingung harus bersikap b
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


