We're Friends

1753 Kata

Kendrick menepuk tangannya yang penuh pasir kemudian berdiri. Sesaat setelahnya ia justru tersenyum tenang sambil mengulurkan tangannya kepada Grace yang kini menatapnya bingung. “Masih ada satu tempat yang harus kita datangi, lagi pula kita harus lunch dulu.” Grace tersenyum menyambut uluran tangan Kendrick. “Emangnya mau ke mana lagi? Kamu nggak bilang.” “Ada deh. Ayo, balik dulu.” “Dari yang saya baca, di sini ada sumber air juga, 'kan?” Kendrick mengangguk. “Iya. Waktu kita lewat goa tadi, ada sumber air di sana. Di selatan dan utara, tapi kalau di sini kita nggak boleh bawa pulang sesuatu.” Grace mengangkat alisnya. “Peraturan dari pihak pengelola atau larangan adat?” “Kayaknya si emang udah turun-temurun, yah, you know. Di Jawa apalagi Jogjakarta hal kayak gitu masih cukup kenta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN