Bab 18 Keesokan harinya Wilda menelpon ibunya di kampung untuk memberitahukan bahwa keluarga Arthur besok akan datang untuk melamar. "Aku harap kamu bisa menjaga sikap saat calon mantu dan besan kita datang," ujar Bu Diah pada suaminya. "Maksud kamu apa?" "Kamu jangan menunjukkan sifat matremu. Jangan membuat Wilda malu, jangan sampai mereka hilang simpatik pada Wilda." "Tenang saja, jangan terlalu buruk sangka padaku." "Kita sudah terlalu sering membuat Wilda menderita, dia sudah terlalu banyak berkorban, jadi aku berharap setelah ini dia bisa bahagia." "Iya, bawel!" "Pokoknya nanti kamu diam saja dan gak usah banyak ngomong. Kalau kamu berani mengacaukannya, aku tak segan-segan untuk menghilangkan nyawamu," ancam Bu Diah. "Iya.. iya!" Lelaki bertubuh gempal itu bergegas masuk ka

