Asyla dan Anita terus menangis histeris saat ibunya hendak dikembumikan, sementara Wilda hanya berderai air mata tanpa bersuara sembari menyandarkan kepala di pundak suaminya yang sejak tadi terus mengusap kepalanya. Dari kejauhan, Farhan tampak mencuri pandang ke arah Wilda. Batinnya bergemuruh, ia sangat ingin berada di sisi wanita yang sampai kini masih sangat ia cintai. Terjadi pergolakan batin saat melihat lelaki yang mengusap air mata Wilda, karena dirinya tak mampu melakukan hal itu. Bu Ambar dan Kanaya yang baru saja tiba langsung menghampiri Wilda dan mengucapkan belasungkawa. "Wilda, dari hati yang paling dalam, ibu mohon minta maaf," ucap Bu Ambar seraya memeluknya dengan erat. Wilda hanya bisa mengangguk dan menitikkan air mata. Andai saja hari itu Bu Ambar terus bersikeras

