Tak pernah kusangka, bahwa hari pernikahanku dengan Embun, adalah hari di mana pak Langit meninggalkan dunia ini. Ku lihat wanita yang sudah berstatus istriku itu memeluk jasad pak Langit yang sudah berada dipembaringan rumah sakit. Pria itu sudah tidak bernyawa, setelah jatuh pingsan, tepat setelah aku mengesahkan Embun menjadi istriku. Tidak hanya Embun yang berduka, Aisha dan Alif, anak-anakku juga berduka saat kehilangan Langit. Mereka berdua menangis tersedu-sedu sambil mengatakan, 'kenapa papa Langit pergi secepat ini? Kenapa Papa Langit meninggalkan kami?' Rupanya lelaki itu memang memiliki tempat istimewa dihati mereka bertiga. Selama dua tahun itu, Pak Langit berhasil meraih hati Embun dan kedua anak kami. Pria itu sangat hebat, dia bisa menyembuhkan luka Embun dan mengisi kekos

