Vanya merasakan gelombang rasa lega yang aneh bercampur dengan rasa bersalah yang menusuk. Setidaknya, Ayahnya aman, untuk saat ini. “Dan Ayahku?” “Dia aman,” Julian meyakinkannya, nada suaranya sedikit melunak. “Tetapi Elias melaporkan bahwa ada orang lain di dekat sana. Seseorang yang memantau pergerakan kargo juga.” Vanya mengerutkan kening. “Siapa?” Julian mencondongkan tubuhnya ke depan, jarak antara wajah mereka hanya beberapa inci. Tatapannya kini kembali menjadi baja yang dingin. “Entah itu musuh korporat yang mencium bau uang kotor, atau itu adalah faksi internal yang sudah lama mencurigai Ayahmu dan kini mengintai. Inilah mengapa aku butuh kau pulih, Vanya. Aku tidak bisa membiarkan kelemahan muncul dalam rantai komando. Kau adalah selubung yang sangat diperlukan. Dan aku tida

