||Julian ("Vanya, cepat. Ini soal waktu.") Julian tidak menanyakan apakah dia sudah selesai. Dia memberi tahu Vanya bahwa batas waktunya sudah habis. Dia harus kembali ke panggung, ke kursi di samping suaminya, dan melanjutkan peran alibi. Vanya menatap pantulannya di cermin. Bekas memar itu kini tampak sedikit lebih pudar, tetapi dia tahu, di bawah cahaya terang ruang konferensi, itu masih akan terlihat. Dia tidak bisa menutupi semua tanda kepemilikan itu. Namun, saat ia menatap dirinya yang penuh amarah dan frustrasi, sebuah ide baru muncul. Julian menginginkan citra kesempurnaan? Julian menginginkan kontrol? Baiklah. Vanya akan memberikannya. Tapi ia tidak akan kembali sebagai Vanya yang ketakutan. Ia menyentuh kembali bekas memar itu dengan jarinya, merasakan sakitnya, dan menggu

