48 Suara celotehan Kaivan yang tengah disuapi oleh Ria, menghadirkan keharuan di hati Zayan. Pria itu sangat menikmati waktu kebersamaan mereka yang akan segera berakhir dalam hitungan jam. Dia merekam berbagai ekspresi sang putra dan menyimpannya di sudut hati. Ivana yang baru bergabung di meja makan, tidak berani beradu pandang dengan pria bercambang di kursi seberang. Perempuan berambut sebahu itu meraih cangkir teh dan menghidu aroma melatinya terlebih dahulu sebelum meneguk beberapa kali. Zayan pun melakukan hal yang sama, dia berpura-pura sibuk menghabiskan makanan dan kopi, kemudian berdiri dan mengambil alih Kaivan serta mengajak putranya itu jalan-jalan keliling tower. Ivana menghela napas lega saat pintu unit tertutup dan orang yang dihindarinya jalan menjauh. Ivana menyad

