Chapter 25. Merahasiakan Namanya.

1262 Kata

Intan mengeram dengan memutar bola mata malas, jengkel dengan sikap dan kata-kata Dirga yang selalu saja mengatakan dirinya wanita ceroboh. Ya, memang ia akui setiap bertemu dengannya selalu saja ada kejadian yang tak terduga dan konyol. Tapi, ia ‘kan tidak meminta untuk berada di situasi seperti itu. Dirga mengulum senyum dengan raut wajah Intan yang nampak sekali kesal tak terima dengan ucapannya. “Masih kuat jalan, tidak? Atau mau saya gendong, huem?” bisiknya. Sontak saja Intan langsung menjaga jarak dengan Dirga, seolah sadar dengan posisi mereka yang begitu rapat. “Eh…,” kejutnya mendorong dad4 Dirga untuk menjauh. “Saya masih bisa jalan sendiri,” ucapnya ketus. Dirga terkekeh pelan, sambil mengedikan bahunya. “Okay!” Intan terdiam beberapa saat, merasa ada yang aneh dengan muncu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN