Tirta mengangguk kecil, ketika Intan nampak terkejut dengan apa yang baru saja dikatakannya. “Ya, Ibu Intan. Semalam saya menghubungi Tuan Aryan, menceritakan apa yang tengah menimpah orang tua Ibu Intan. Karena saya tidak bisa membantu Ibu Intan, jadi saya menghubungi Tuan Aryan untuk memberikan pinjaman kepada Ibu Intan.” Intan bergeming dengan raut wajah tiba-tiba memucat. Kedua tangannya mengepal sangat keras di kedua sisi bajunya, pikirannya langsung tertuju kepada Bos menyebalkan yang ia temui di rumah sakit semalam. “T-tuan Dirga….,” bisiknya lirih dengan hati berkecamuk. “Ibu Intan….! Apakah Ibu Intan baik-baik saja?” tanya Tirta melambaikan tangannya di depan wajah Intan dengan panik. “Eh, iya, Pak Tirta. Saya baik-baik saja, kok,” kejut Intan sambil mengulas senyuman hambar.

