Chapter 22. Penawaran Nikah Kontrak.

1328 Kata

Dirga menjerit dengan keras ketika begitu takut kehilangan omah Mega, air mata pun seketika mengalir membasahi pipinya. Sementara omah Mega sudah tidak kuat lagi untuk menahan tawa dengan sandiwara yang dilakukannya. Hahahaha….. Ledakan tawa omah Mega seketika mengejutkan raut wajah Dirga yang begitu shock. Namun, hati Dirga bercampur senang karena apa yang ditakutkannya tidak terjadi. “Omah, jahat!” Dirga nampak kesal, kendati begitu ia langsung memeluk tubuh renta sang nenek. Omah Mega menghentikan tawanya, sambil mengusap punggung Dirga dengan sayang. “Suatu hari nanti, semua ini pasti akan terjadi, Nak. Tidak selamanya Omah akan terus berada di sisimu, ‘kan? Jadi, kabulkanlah permintaan, Omah.” Dirga terdiam saat mendengarkan ucapan omah Mega, sambil merenungkan apa yang sebaiknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN