"Aku nggak salah dengar kah kalau kamu mau tidur?" Tanya Zea kepada dirinya sendiri, tapi tatapannya fokus ke arah Ana yang terlihat sangat lemas. Padahal sebelumnya dia terlihat biasa saja dan bahkan tidak sepanik yang lainnya. Tentu saja hal tersebut menjadi pertanyaan bagi Zea. "Nggak salah dengar kok, aku memang benar-benar ngantuk," jawab Ana. Mendengar pernyataan Ana, membuat Zea berpikir lebih dari biasanya. Dia tidak ingin kalau ada hal buruk yang terjadi kepada Ana. Tiba-tiba bulu kuduknya kembali meremang dan tidak tahu apa yang terjadi kepada dirinya. Lebih tepatnya punggung Ana terasa agak panas. Zea mengetahui itu ketika tangannya tidak sengaja menyenggol Ana. "Kamu harus fokus Ana, jangan seperti ini!" Pinta Zea. Dia memiliki firasat bahwa separuh raga Ana sedang dikenda

