"Terima kasih, Pak. Mungkin kita bisa bareng kalau bapak mau memberi pertanyaan juga," kata Gibran tanpa sedikitpun rasa canggung. Pletak! "Aduh!" Pekik Gibran akibat kepalanya dijitak oleh Yoga yang berada di sampingnya. Tangan kanan Gibran mengelus-elus kepalanya karena jitakan Yoga terasa seperti dilempar batu yang berukuran cukup besar. Dia mendelik kesal ke arah Yoga yang tatapannya terlihat datar. Terlihat bahwa Yoga seperti orang yang tidak memiliki salah, malah wajahnya terlihat bahagia ketika melihat teman yang secara tidak langsung menjadi pesaingnya. "Bukannya minta maaf malah terlihat sinis banget saat menatapku, dasar bagian dari orang gila, kampret benar jadi orang!" Umpat Gibran. Andai saja tidak berada di depan peserta KBO, maka kemungkinan dia akan memilih menyelesai

