Part 85

1559 Kata

"Ih apaan sih, Dafa. Hari ini kamu gaje banget deh. Kamu malah membuatku kesal. Nggak ada hal lain selain serius apa?" Tanya Gibran. "Aku cuma ingat kata-kata kamu yang pada saat itu. Kamu bilang gelangnya seperti wangii buah dan bahkan kamu mengakui bahwa diri kamu menyukai buah tersebut. Padahal itu hanya sebatas parfum saja," jelas Dafa. " Loh, ini kan beda tempat. Mana bisa disamakan. Nggak bisa gitu dong." "Iya-iya aku gak jelas dan aku salah," ucap Dafa pasrah. Lagi pula kalau mau sekeras apapun kalau memang dasarnya tidak bisa maka akan tetap tidak bisa, kecuali kalau memang benar-benar sudah ikhlas. "Hust! Sudahlah nggak usah pada berisik. Kita fokus sama ini saja dulu," kata Pak Anam sambil menunjukkan barang Ana yang terjatuh. "Siap, Pak," sahut mereka secara bersamaan. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN