Upacara pembukaan pun selesai. Semua peserta KBO mempersiapkan diri untuk mandi di rumah warga yang telah ditentukan. Masing-masing rumah warga ada dua kelompok yang menumpang di sana. Sama saja sih bahwa mereka harus tetap mengantre dan bahkan terkadang mandinya ada yang dua-dua untuk mempersingkat waktu karena sekarang waktunya hampir maghrib. Mereka tetap bersyukur karena setidaknya antrean mereka tidak terlalu lama dibandingkan jika hanya berada di kamar mandi yang ada di sekolahnya. Lagi pula bumi perkemahan mereka berada di pegunungan, sehingga tidak mungkin jika mereka harus kehabisan air, bahkan air di daerah sana sangat banyak. Termasuk sungainya saja sangat bening, bersih tanpa sampah, dengan arus cepat yang mengaliri sungai tersebut. Apalagi kalau daerah yang ada air terjunnya,

