EMPAT - SELEKSI

1289 Kata
============================ Ini model name tag buat peserta seleksi. Punya Chloe ---------------- Kartu peserta seleksi beasiswa FA Nama : Cyntia Chloe Kelas : 10.2 No. Seleksi : 39 Sihir (tingkatan) : Pengendalian (2), bertarung (2) ---------------- Punya Crystal ---------------- Kartu peserta seleksi beasiswa FA Nama : Crystal Fernanda Frinza Kelas : 10.2 No. Seleksi : 37 Sihir (tingkatan) : musik (1) ---------------- Punya Lyra ---------------- Kartu peserta seleksi beasiswa FA Nama : Lyra Croscent Frozt Kelas : 10.2 No. Seleksi : 35 Sihir (tingkatan) : memasak (1) ---------------- ============================ "Hai gaes," teriakku dari depan kelas, lalu berjalan mendekati mereka. "Kemaren Lyra sekarang kamu yang teriak-teriak," oceh Crystal. "Biarin, mulutku juga," jawabku usil. "Btw, kamu ngapain bawa gitar?" tanya Lyra padaku. "Hm kemarin malam aku ada kepikiran untuk menampilkan sihir musik," jawabku enteng. "Heh jangan dong, kamu mau buat aku ngak masuk FA!?" tanya Crystal kesal. "Lah kan yang masuk bisa dua orang," jawabku usil. "Serah kamu deh," jawab Crystal kesal. "Idih langsung ngambek," ucap Lyra. "Ih biarin," jawab Crystal. "Hahaha aku cuma bercanda kok, aku bawa gitar biar kamu bisa pakai pas seleksi," ucapku tidak mau Crystal tambah marah. "Serius?" tanyanya tidak percaya. "Serius, kalau ngak mau nggak masalah kok, aku taruh di pos satpam aja," jawabku. "Eh jangan gitu dong, aku pake kok," Crystal mencoba merayuku. "Ya udah tapi bawa sendiri ya, nih," ucapku sambil memberikan gitarnya. *** "Ly, Crys mau ngambil HP dulu atau beli minuman dulu ?" tanyaku pada mereka berdua saat sedang merapikan tas. "Beli minum dulu aja deh, ntar kayak kemaren keburu rame," usul Crystal. "Boleh boleh aku juga sudah haus banget, lagian anak-anak cewek kebanyakan langsung ambil HP jadi ruang guru pasti rame kayak kemaren," oceh Lyra. "Iya, aku juga ngak mau desek-desekan lagi," ucap Crystal mengiyakan pendapat Lyra. "Ok deh," jawabku singkat. *** "Siang anak-anak, bertemu lagi dengan saya. Bagaimana yang sudah seleksi apakah masih deg-degan lalu bagaimana yang sekarang gilirannya seleksi? Ayo semangat! Tunjukkan kalau kalian tidak kalah dengan yang kemaren. Saya selaku kepala sekolah FA bangga kepada kalian, kalian sudah sekolah di tempat dengan pendidikan yang berat tapi kalian bisa mempelajari sihir sendiri di rumah. Ya sudah sekian dari saya, semoga kalian bisa mendapat beasiswa FA, terima kasih dan selamat siang," kata sambutan dari kepsek FA seperti biasa panjang dan lebar. "Hm ke kelas yuk ngecek dulu biar tenang ... Walau kita agak terakhir sih," usulku. "Yuk," jawab mereka langsung. *** By the way, kalau pelindung sihir diaktifkan itu warnanya tergantung pada jenis pelindung sihir tersebut, jika pelindung sihir tersebut jenis sihir musik berarti hanya menahan sihir musik dan warnanya tergantung genrenya. Jadi, kalian bisa mengetahui sihir dan jenisnya dari warna pelindung sihir. . . . "Hmm nunggu sambil dengerin musik aja yuk, aku udah kenyang. Tadi kan kita udah ke kantin sebelum ngambil HP," usul Crystal. "Ok, ok," jawab Lyra. *** Setelah lama menunggu akhirnya seleksi sudah sampai nomor 34. "Bentar lagi kamu nih Ly," ucapku mengingatkan Lyra untuk mempersiapkan dirinya. "Hm aku deg-degan banget, semoga lancar deh," jawab Lyra. "Amin," jawabku dan Crystal. "Nomor 35, Lyra Croscent Frozt silahkan masuk," panggil seseorang dari ambang pintu kelas tempat seleksi. *** 30 menit kemudian Lyra keluar. "Gimana Ly? " tanyaku. "Huft deg-degan banget, untung lancar," jawabnya. "Aku cuma takut ngk keterima sekarang," lanjutnya. "Komentarnya positif atau negatif?" tanya Crystal. "Positif sih, tapi aku takut ada yang lebih bagus dari aku," jawabnya. "Ya udahlah ngak apa apa, hm habis ini kamu Crys, udah siap kan pake gitarnya," tanyaku. "Sudah dong," jawabnya yakin. 15 menit kemudian... "Nomor 37, Crystal Fernanda Frinza silahkan masuk," panggil seseorang dari ambang pintu tempat seleksi. "Doakan aku ya," bisik Crystal pada kami lalu masuk ke dalam tempat seleksi. 10 menit kemudian... "Lancar kan?" tanya ku setelah Crystal keluar dari ruangan seleksi. "Lancar," teriaknya bahagia. "Belum keterima aja udah bahagia banget, apalagi kalau keterima," timpalku. "Huft bentar lagi kamu Chloe," kata Crystal mengingatkanku. "Iya aku sudah siap, mungkin agak lama ya soalnya aku dua," ujarku. "Siap, kami tunggu kok, nanti kita ke rumahmu lagi kann," pinta Lyra. "Sip," jawabku sambil mengacungkan jempol. "Nomor 39, Cyntia Chloe silahkan masuk," panggil seseorang dari ambang pintu ruangan seleksi. "Aku masuk dulu ya gaes," bisikku Aku berjalan masuk ke ruangan, ternyata saat seleksi bentuk tatanan meja di kelasku diubah, yang biasanya berjajar rapi ke depan, sekarang semua meja di dempetkan ke dinding, bahkan masih tercium aroma kue dari peserta sihir memasak sebelumnya. "Hai ... Cyntia Chloe," sapa salah satu penyeleksi "Iya," balasku. "Panggilannya siapa?" tanya yang lain. "Chloe," jawabku. "Ok Chloe sebelum mulai seleksi, perkenalkan para juri di sini," kata seorang perempuan yang juga salah satu penyeleksi yang pernah masuk ke kelasku yaitu Ms. Frinska. "Dari saya, perkenalkan nama saya Frinska yang beberapa hari yang lalu masuk ke kelasmu untuk memberitahukan tentang seleksi ini, panggil saja Ms. Frinska. Saya menilai sihir memasak," ucapnya lembut. "Lalu ini Ms. fosse yang akan menilai sihir alkemia," lanjutnya. "Hai saya Ms.Fosse," sapanya. "Lalu ini Ms. Kyra yang menilai sihir musik," lanjut Ms. Frinska. "Hai Chloe," saya Ms. Kyra. "Lalu di sebelahnya ada Mr. Riley yang menilai sihir pengendalian," lanjut Ms. frinska. "Hai Chloe, saya Mr. Riley," sapanya. "Lalu yang terakhir, Mr. Dahrt yang akan menilai sihir bertarung," lanjut Ms. Frinska menjelaskan. "Haii," sapa Mr. Dahrt. "Jadi gadis manis ... kamu sebagai peserta terakhir di ruangan 2 ini, mau menampilkan apa? Sihir memasak atau musik? Sepanjang seleksi kemaren sebagian besar menunjukkan sihir musik dan memasak, jika kamu menampilkan itu kemungkinanmu untuk masuk kecil. Saya hanya memberitahu, jadi mau menampilkan apa?" tanyanya lagi. "Hm saya mau menampilkan sihir pengendalian dan bertarung tingkat dua," jawabku ragu-ragu.  "Apa kamu serius? Sihir pengendalian dan bertarung adalah sihir tersusah, apalagi untuk gadis manis sepertimu," komentar Mr. Dahrt. "Saya serius," ucap Chloe ragu-ragu. "Baiklah, kamu mau mulai dari sini bertarung atau pengendalian?" tanya Ms. Frinska. "Bertarung," jawabku. "Baik tunggu sebentar, akan saya siapkan lawannya," ucap Ms. Kyra. Ternyata Chloe diminta untuk menyerang lawan terbuat dari sih. "Baik, silahkan dimulai," ucap Ms. Fosse setelah melihat Ms. Kyra sudah mulai berkonsentrasi. Chloe mulai mengeluarkan sihir bertarungnya... Ms.Kyra mengeluarkan suara yang mengganggu seperti suara sumbang, berat atau keras untuk mengganggu Chloe. Setelah Chloe selesai berkonsentrasi penuh, Chloe mulai menembaki lawannya. Shutt dalam sekali tembakan, sihir Chloe dapat menghancurkan lawan. "Wow! Kamu dapat dengan mudah menghancurkan sihir saya," puji Ms. Kyra. Chloe hanya tersenyum. "Sekarang giliran saya yang menguji kamu," ucap Ms, Fosse. Ms. Fosse mengeluarkan lawan yang terbentuk dari sihir alkemia. Jadi cara kerjanya mengganggu lawan dengan cairan-cairan yang bau atau menyetrum atau sebagainya. "Baik silahkan mulai," ucap Ms. Frinska setelah Ms. Fosse sudah berkonsentrasi. Chloe memulai sihirnya lagi. Setelah berkonsentrasi lagi... Shutt tembakannya tepat sasaran lagi.  "Wow kamu juga bisa mengalahkan saya," puji Ms. Fosse. "Baik sekarang sihir pengendalian ya," ucap Mr. Dahrt. "Baik," jawab Chloe. "Kamu bisa menghasilkan sendiri tapi jika belum bisa kami sudah menyediakan beberapa bahan di sana," ucap Mr. Riley memberitahukan Chloe sambil menunjuk bak pasir dan tempat air di pojok ruangan. "Baik, tapi saya bisa menghasilkan sendiri," jawab Chloe. Lalu Chloe memulai sihir pengendaliannya. Berwarna-warni sihir keluar...  Mulai dari merah (api), biru (air), putih(angin), kuning (cahaya), dan coklat (tanah atau pasir) Chloe berkonsentrasi dan dapat mengendalikannya dengan mudah, kelima aliran tersebut mengalir dengan indah di udara. Lalu, beberapa saat kemudian Chloe meredakan semua sihirnya. "Wow! Pengendalianmu sungguh hebat, bisa mengendalikan lima aliran sekaligus itu sangat berat," puji Mr. Riley. "Terima Kasih," jawab Chloe senang. "Terima Kasih juga, dan sekarang kamu bisa keluar," ucap Mr. Dahrt. "Baik," jawabku lalu melangkah keluar. "Kya ... gimana seleksinya Chloe?" tanya Crystal langsung menyerbuku setelah aku keluar dari ruang seleksi. "Bagus," jawabku. "Ok, kalau gitu jangan lupa malam ini kita nginap di rumahmu," kata Lyra. "Iya iya," jawabku. "Ya udah yuk langsung aja," pinta Lyra yang sudah kecapekan karena sudah jam setengah tujuh malam. "Ok," sahutku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN